Sunday, June 14, 2015

Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Makan?

Seringkali ibu mengeluhkan karena anak sulit makan, hingga membutuhkan cara untuk pendekatan pemberian makanan pendamping ASI. 

Sedangkan beberapa orang tua justru dibuat bingung karena bayi seringkali muntah setelah makan, padahal anak anda mengkonsumsi sesuai dengan porsi makanan yang sesuai. Inilah yang membuat anda bingung, terlebih kejadian berulang ulang hingga beberapa kali.


Anak anda muntah dapat disebabkan oleh beberapa hal, virus,bakteri hingga adanya gangguan pencernaan. Kali ini kami akan membantu menjawab pertanyaan anda mengenai bayi yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI sering kali muntah setelah makan. Berikut adalah penjelasannya, bayi yang sering muntah setelah makan.

 

Muntah pada Bayi
Sebelum anda mengatakan bahwa bayi anda sering muntah, adakalanya anda tau terlebih dahulu bahwa bayi mungkin hanya sekedar gumoh. Gumoh adalah disaat bayi anda mengeluarkan minuman/makanan usai menyusu atau mendapatkan makanan pendamping ASI.
 

Dalam membedakan gumoh dan muntah memang sulit. Gumoh atau dalam bahasa medis disebut regurgitasi yang terjadi dikarenakan pergerakan balik arah isi lambung yang dikeluarkan hanya berupa cairan air liur. Sedangkan muntah merupakan keadaan dimana bayi anda mengeluarkan isi lambung secara ekspulsif dan umumnya lebih menyembur.  

 

Penyebab Muntah Pada Bayi
Muntah yang dialami oleh bayi anda memiliki beberapa kemungkinan diagnosis dapat disebabkan karena kondisi badan yang kurang sehat, infeksi virus atau bakteri, hingga penyakit yang memerlukan penanganan dini. Muntah seringkali menjadi tanda bayi mengalami penyakit, misalnya muntah karena ada sumbatan dapat dibedakan dengan muntah berupa semprotan dan tidak hanya menyembur akan tetapi memiliki warna kehijauan.

 

Kenali Muntah Setelah Bayi Makan
Bayi mungkin saja tidak muntah akan tetapi hanya gumoh, yaitu keadaan dimana bayi hanya mengeluarkan cairan saja dari mulutnya. Penyebabnya karena mungkin bayi anda kekenyangan atau waktu makan yang terlalu cepat sehingga bayi kesulitan dalam menelan. Sedangkan bila bayi sering (lebih dari 3 kali) dalam kondisi selesai makan kemudian muntah ada baiknya anda periksakan ke dokter untuk melihat kondisinya. Untuk menghindari penyakit tukak lambung atau granitis atau akibat keracunan makanan yang umum terjadi 1-8 jam setelah makan.

 

Cara Menghentikan Muntah Pada Bayi
Pada umumnya tidak ada cara untuk menghentikan muntahnya akan tetapi dapat meminimalkan jumlahnya. Perut yang terlalu penuh dapat menjadi refluks sehingga bagi bayi yang baru diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan dalam jumlah/porsi kecil saja terlebih dahulu. Setelah makan anda dapat membuat anak anda bersendawa terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi muntah.
 

Anda tidak perlu khawatir karena seiring bertambahnya usia maka anak anda akan mengurangi muntah karena kondisinya sudah dapat menerima makanan lebih banyak.

Dengan demikian bagi anda yang seringkali mengalami kondisi anak yang muntah sehabis makan sebaiknya anda kenali gejala lainnya untuk menghindari masalah kesehatan yang serius pada anak anda, dokter dapat membantu anda untuk memberikan diagnosa.

Mengapa Tangan Balita Tiba-Tiba Lemah?


Memasuki usianya yang semakin bertambah, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak anda memang sangat penting. Dengan perkembangan secara motorik kasar yang terus dipantau akan dapat mengetahui penanganan dini apabila terjadi kelainan motorik. Ketika anda memasuki usia balita, anak anda mengalami kesulitan ketika memegang benda. Bahkan ketika diperhatikan salah satu tanggannya kurang aktif memegang benda.

Pada saat anak anda bermain, tangan anak yang salah satu saja yang dominan. Bahkan ketika menggunakan baju kesulitan dalam memasukan salah satu tangannya. Apa yang terjadi pada anak yang mengalami kemampuan tangan yang melemah? Padahal pada usia bayi anak anda tidak terlihat memiliki kelainan pada salah satu tangannya?

Pada dasarnya kemampuan motorik dipengaruhi oleh cerebellum sehingga apabila kordinator fungsi visual dan kordinator fungsi raba mengalami gangguan maka akan menyebabkan gangguan pada kemampuan motorik. Pada anak yang mengalami gangguan umumnya pada saat meraba benda atau gangguan pada bidang ruang.

Pada anak yang mengalami gangguan pada saat menggengam benda atau salah satu tangan yang hanya berperan dalam kegiatan bermainnya. Anda dapat memperhatikan posisi tangan anak anda yang sulit melakukannya. Anda dapat memperhatikan sendi anak, sehingga anda dapat mengetahui gerakan tangan yang menyebabkannya anak anda kesulitan menggerakan dikarenakan trauma.

Selanjutnya anda juga dapat memperhatikan bentuk tangan anak anda. Perhatikan bahu hingga ujung jari sehingga tanda radang kemerahan atau bengkak. Anda dapat meminta anak anda untuk melakukan gerakan tangan kiri atau kanan secara bersamaan. Apabila mengalami perbedaan pada salah satu tangan maka salah satunya mengalami kelemahan.

Melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter neurologi dapat membantu dalam mengatasi secara dini. Anak anda dapat dibekali dengan kemampuan perkembangan motorik untuk terampil menggunakan tangan. Pada anak yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan tangan sehingga benda lebih gampang jatuh karena tangan tidak luwes atau kaku. Pada masalah yang dialami seperti perkembangan motorik halus memiliki tahapan. Apabila anak yang  kesulitan menggerakan tangan, telapak tangan atau jemari. Sehingga dibutuhkan stimulasi dari lingkungan sehingga motorik halusnya dapat berkembangan sesuai dengan usianya.

Pada usia 0-2 bulan maka sudah memiliki kemampuan reaksi rangsangan indera dengan gerakan refleks, sedangkan ketika anda menyentuh tangan bayi anda akan mengenggam. Anda dapat membantu bayi anda untuk menggunakan tangan mengenali pipi, mulut telingan maupun telinga pada ibu. Pada usia 3-6 bulan kemampuan pandang bayi semakin luas sehingga bayi anda dapat menyentuh benda atau mainan yang digantung untuk dijangkau menggunakan tangannya. Sedangkan pada usia 4 bulan bayi sudah dapat memegang benda.

Usia bayi 7-12 bulan maka bayi anda mulai menggunakan tangan untuk meraih benda benda disekitarnya lebih sering. Bahkan memasukan ke dalam mulut, untuk melatih kemampuan memegang benda anda dapat melatih dengan meletakan potongan kue pada kedua jarinya. Setelah itu anda dapat melatih bayi anda untuk melakukan sendiri. Sehingga dapat membantu dalam kordinasi tangan.

Normalkah Jika Bayi Baru Lahir Sudah Tumbuh Gigi?

Pada kondisi yang normal bayi akan tumbuh gigi apabila sudah mencapai usia 6 hingga 13 bulan akan tetapi pada kasus kelahiran, saat lahir diantara 2000 kelahiran bayi diperkirakan ada 1 kasus kelahiran bayi yang mengalami tumbuh gigi pada saat dilahirkan. Bahayakah apabila bayi sudah tumbuh gigi ketika dilahirkan dan apa penyebab bayi dilahirkan mengalami tumbuh gigi?

Kasus yang dialami pada bayi yang lahir dengan gigi susu memang jarang.

Meskipun demikian mungkin diantaranya adalah anak anda. Kasus kelahiran pada anak yang sudah tumbuh gigi susu merupakan kasus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi umumnya terjadi pada bagian gigi bawah ataupun gigi atas.

Meskipun kondisi anak yang lahir sudah tumbuh gigi merupakan kelainan akan tetapi tidak akan membahayakan dan gigi susu yang tumbuh akan tanggal dengan sendirinya.

Secara istilah kedokteran bahwa munculnya gigi pada bayi yang baru lahir disebut natal teeth. Pada umumnya berkembang pada bagian gusi bawah kemudian gigi insisvus sentral akan timbul. Pada struktur gigi anak dan melekat ujung gusi yang berada pada jaringan lunak sehingga penempatan yang tidak tepat akan menimbulkan iritasi. Sebagian besar terjadinya gigi muncul pada bayi yang baru lahir bukan disebabkan karena pengaruh medis. Kondisi natal teeth dapat disebabkan karena beberapa faktor.

 

Berikut merupakan faktor faktor yang menyebabkan terjadinya gigi sudah tumbuh pada saat bayi dilahirkan :


  1.  Isolated Anomaly merupakan penyebab yang paling umum terjadi pada bayi yang memiliki gigi waktu dilahirkan.
  2. Sindrom Ellis van Crevelnd merupakan sindrom yang mewarisi kelainan dan kekerdilan sehingga dapat memicu terjadinya gigi muncul pada saat bayi dilahirkan.
  3. Sindrom Pierre Robin merupakan kondisi yang seringkali ditandai dengan rahang bawah yang sangat kecil atau disebut micrognathia, kemudian lidah cenderung mundur dan ke bawah bahkan celah lunak di langit-langit mulut.
  4. Sindrom Soto yaitu kondisi yang terjadi sangat langka disebabkan karena kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada usia anak 2-3 tahun di awal pertumbuhannya.
  5. Sindrom Hallerman-streif yaitu kondisi dimana mempengaruhi tinggi dan juga bentuk kepala.

Kondisi celah putih pada saat bayi anda dilahirkan memang merupakan kondisi yang langka. Hal ini didasari karena bayi akan muncul gigi pada usia 6 bulan sampai 13 bulan dalam bentuk gigi susu. Umumnya pada bayi kemunculan gigi pertama adalah empat gigi di bagian bawah atau atas yang dapat membantu bayi anda untuk menggigit dan memotong makanan. Menjelang usia 3 tahun anak anda sudah memiliki satu set gigi yang lengkap.Selanjutnya akan tanggal sedikit demi sedikit pada usia 5 hingga 6 tahun sehingga memungkinkan tubuh gigi permanen sampai usia anak dewasa.

Dengan demikian anda tidak perlu khawatir apabila anak anda ketika saat lahir sudah memiliki gigi atau terdapat kemunculan warna putih di sela-sela seperti akan tumbuh gigi. Kondisi bayi saat lahir sudah memiliki gigi tidak akan membahayakan kondisi kesehatan bayi anda. Anda dapat menjaga sehingga gigi yang tumbuh tetap bersih dan sehat, Gunakan kain yang lembut untuk perawatan gigi anak anda.

Friday, June 12, 2015

Bagaimana Memulai Menyusui?



Pertama kali ibu mengendong bayi Anda di ruangan bersalin merupakan waktu yang sangat tepat untuk mulai menyusui. Pada mulanya tubuh Anda menghasilkan sejumlah susu yang disebut kolostrum, kolostrum inilah yang akan membantu melindungi bayi dari infeksi. Perut bayi Anda sangat kecil, jadi dia hanya membutuhkan jumlah kecil untuk mengisinya.

Artikel kali ini akan membantu anda yang bertanya tanya bagaimana untuk memulai menyusui pada bayi, salah satunya dengan membuat anda rileks dan nyaman selama proses menyusui. Menjelang kelahiran bayi ibu harus sudah mengetahui cara menyusui bayi karena ASI yang terbaik, kolostrum muncul pada saat pertama kali ibu memberikan ASI.

Berikut ini adalah cara memulai memberikan ASI (menyusui) pada bayi :

 

1. Posisi Tubuh Anda


Mengubah seluruh tubuh bayi Anda ke arah Anda, yaitu dada anda dan dada bayi. Sentuh bibir atasnya dengan puting Anda, ketika dia membuka mulutnya lebar-lebar, menariknya ke payudara Anda, memegang payudara Anda untuk dukungan. Mulutnya harus mencakup bukan hanya puting, tetapi sebanyak areola (bagian gelap sekitarnya).

 

 

2. Hindari Panik ketika bayi anda butuh adaptasi


Jangan panik apabila bayi Anda mengalami kesulitan menemukan  puting susu Anda. Menyusui membutuhkan kesabaran dan banyak latihan. Anda jangan ragu untuk meminta bantuan perawat untuk menunjukkan apa yang harus dilakukan pertama kali, dan kunjungan  dari konsultan laktasi saat Anda berada di rumah sakit.

 

3. Saat Kondisi bayi premature


Jika Anda memiliki bayi prematur, Anda mungkin tidak dapat menyusui langsung, tetapi Anda harus mulai memompa ASI Anda. 

Bayi Anda akan menerima susu ini melalui tabung atau botol sampai dia cukup kuat untuk perawat. Setelah Anda memulai menyusui, ingat lah posisi yang membuat anda dan bayi nyaman. 

Mulutnya harus mencakup bagian besar dari areola bawah puting, dan puting Anda harus jauh kembali mulut bayi Anda.

 

4. Kondisi ibu sakit ketika bayi menyusu


Jika latch-on sakit, terisap lagi dengan memasukkan jari kelingking Anda di antara gusi bayi dan payudara Anda, cobalah berulang kali. Setelah bayi Anda terposisikan dengan benar, dia akan melakukan proses laktasi yang membuat anda dan bayi nyaman.

 

5. Waktu memberikan ASI


Anda tidak perlu khawatir ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi, beberapa ibu menyusui ketika pertama kali memberikan ASI seringkali dihadapkan pada kasus tidak adanya cairan yang keluar. 

Padahal semakin Anda menyusui, lebih banyak juga susu produksi ASI di dalam tubuh anda. Berikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi anda. Menurut pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP), daripada menyusui sesuai dengan jadwal yang kaku, Anda harus memberikan ASI pada bayi setiap kali dia menunjukkan tanda-tanda awal kelaparan, seperti peningkatan kewaspadaan atau kegiatan, mengucapkan, atau rooting sekitar untuk puting Anda. Idealnya, Anda harus mulai menyusui bayi Anda sebelum ia mulai menangis.

 

6. Membangunkan bayi hari pertama diberikan ASI


Selama beberapa hari pertama, Anda mungkin harus dengan lembut membangunkan bayi Anda untuk mulai menyusui, dan dia bisa tertidur lagi pertengahan makan. Untuk menjaga dirinya terjaga selama menyusui dan juga untuk memastikan makan bayi Anda cukup sering, membangunkannya jika sudah empat jam sekali untuk memberikan ASI.

 

7. Posisi Nyaman Menyusui di Hari Pertama


Karena menyusui dapat berlangsung hingga 40 menit, terutama di hari hari pertama kelahiran bayi, anda dapat memilih tempat yang nyaman untuk menyusui. Pegang bayi Anda dalam posisi yang tidak akan membuat lengan sakit. Lengan akan mendukung bagian belakang kepala bayi Anda dengan tangan Anda, tetapi posisi yang Anda tergantung kenyamanan yang dapat anda pilih.

 

8. Gunakan ganjalan


Jika Anda sedang duduk, bantal menyusui dapat menjadi bantuan besar dalam mendukung bayi Anda. Banyak ibu juga menggunakan tumpuan membantu mereka mendapatkan nyaman. Apakah Anda memilih menyusui duduk atau berbaring? Jangan mulai memberikan ASI sampai Anda dan bayi Anda nyaman karena Anda akan berada di posisi untuk sementara waktu.

 

9. Konsumi makanan yang seimbang untuk melancarkan ASI hari pertama


Diet sehat normal merupakan kebutuhan anda saat  sedang menyusui. Meskipun Anda dapat menghasilkan susu untuk bayi Anda. Konsumsi diet seimbang akan memastikan bahwa kuantitas dan kualitas susu Anda semua dapat membantu Anda merasa terbaik Anda. Ikuti rasa lapar daripada menghitung kalori, dan minum cairan sepanjang hari untuk tetap terhidrasi dengan baik.

Jangan berlebihan konsumsi kafein Anda, karena Anda akan lulus kafein bersama bayi Anda dalam ASI Anda dan dapat terakumulasi dalam tubuhnya. Para ahli merekomendasikan membatasi asupan Anda tidak lebih dari 300 mg per hari.

 

Masalah yang mungkin Anda hadapi ketika memulai memberikan ASI


Beberapa wanita menyesuaikan diri menyusui dengan mudah, tanpa memiliki masalah fisik atau emosional selama menyusu akan tetapi kebanyak ibu baru merasa sulit untuk belajar beradaptasi. Jika Anda merasa berkecil hati, Anda bukan satu-satunya beberapa ibu menyusui lainnya memang merasakan hal tersebut.

Apakah normal untuk merasa kewalahan oleh tuntutan konstan bayi dan kelelahan karena kurang tidur dan Anda mungkin memiliki pertanyaan : Apakah bayi saya mendapatkan cukup ASI? Haruskah saya mengalami puting sakit? Berapa lama seharusnya bayi diberikan ASI? Haruskah membangunkan bayi apabila sedang tidur?

Menyusui tidak selalu dapat dilakukan dengan mudah, banyak wanita mengalami kesulitan sejak awal. Beberapa masalah menyusui yang paling umum yang mungkin Anda alami dalam enam minggu pertama meliputi:pembengkakan (payudara yang terlalu penuh dan tidak nyaman), puting sakit dan juga mastitis (infeksi payudara).

Anda dapat berkonsultasi dengan bidan atau penyedia layanan kesehatan Anda atau juga konsultan laktasi jika Anda mengalami salah satu di kondisi gangguan kesehatan ketika minggu minggu pertama memberikan ASI. Bahkan beberapa ibu menyusui mengalami kondisi sakit atau mengalami ketidaknyamanan fisik ketika memberikan ASI.

 

Kesimpulan


Dengan demikian proses menyusui memang sangat penting untuk dilakukan di hari pertama kelahiran bayi, meskipun beberapa kondisi ibu dan bayi menjadi salah satu halangan ketika memberikan ASI pertama kali. Pemberian cairan ASI pertama sangat bermanfaat karena mengandung imunitas yang lebih tinggi ketimbang ASI biasa.

Posisi yang bersentuhan antara kulit ibu dan bayi akan membantu meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak. Inilah yang menjadi keunggulan memberikan ASI kepada anak di hari pertama. 

Meskipun beberapa ibu menyusui mengalami kondisi di bulan pertama ketika memberikan ASI, baik secara fisik ataupun psikis. 

Misalnya mengalami pembengkakan payudara yang membuat ibu sakit dan tidak nyaman. Bicaralah dengan dokter atau bidan tentang masalah kesehatan yang mungkin akan mengganggu ketika anda memberikan ASI pada bayi anda. Anda juga dapat menghubungi rumah sakit atau tempat bersalin, dokter atau bidan, atau dokter anak Anda untuk rujukan.

Ciri Infeksi Telinga Pada Bayi




Merawat tumbuh kembang bayi anda memang sangat mengagumkan. Banyak tingkah laku anak anda yang mengejutkan. Anda akan terus terkagum dan bangga dengan si buah hati. Tidak kalah penting untuk anda menjaga kesehatan anak anda. Dalam memberikan perawatan sehari-hari anda juga dapat sambil melihat perubahan secara fisik pada anak anda sehingga dapat mengatasi secara dini.
Salah satunya yaitu dengan mengenali infeksi pada telinga bayi. Infeksi yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Kondisi yang terjadi pada bayi yang mengalami infeksi adalah ketika cairan yang menumpuk di bagian belakang gendang telinga dan terinfeksi.
 

Umumnya cairan yang masuk ke telinga bayi melalui tuba eustachius yang dapat menghubungkan telinga pada bagian tengah dengan telinga hidung dan tenggorokan.
Sedangkan pada kondisi anak tertentu misalnya mengalami pilek, infeksi sinus maka tabung euxtachius akan diblokir. Pada cairan yang terjebak di telinga bayi inilah yang menyebabkan kuman bisa tumbuh. Didukung dengan kondisi yang membuat kuman dapat berkembang biak dengan sempurna. Bahkan apabila semakin infeksi maka akan membuat semakin memburuk dan peradangan yang terjadi di belakang telinga semakin memburuk sehingga menyebabkan infeksi pada bagian telinga yang membuat kondisi bayi kesakitan.
Bayi yang mengalami infeksi pada bagian telinga seringkali disertai dengan demam. Demam disebabkan karena antibodi menyerang infeksi yang terjadi di dalam tubuh bayi. Pada kondisi yang semakin buruk akan menyebabkan telinga menjadi mengalami peradangan, gendang telinga memerah, demam atau ototitis media akut.
Berikut adalah beberapa cara mudah untuk megetahui infeksi yang terjadi pada telinga bayi :

  1. Apabila bayi sering menarik narik telinga. Menandakan bahwa terjadi ketidaknyaman pada bagian telinga sehingga anda dapat melakukan pemeriksaan dini apakah telinganya bermasalah atau tidak.
  2. Bayi anda cenderung mengalami gangguan kesehatan diantaranya muntah, diare. Penyebabnya dikarenakan adanya infeksi bakteri dan virus yang mempengaruhi sistem pencernaan bayi.
  3. Bayi anda yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI seringkali menolak makanan. Nafsu makan anak anda berkurang dan mengakibatkan gangguan pencernaan. Infeksi pada telinga dapat membuat bayi tersakiti sehingga menggangu proses makan seperti menelan dan mengunyah. Bahkan pada bayi yang belum mendapatkan MPASI seringkali menarik diri ketika sedang menyusu.
  4. Seringkali pada telinga bayi mengeluarkan cairan kuning atau warna putih yang mengalir di telinga bayi. Kondisi ini menyatakan bahwa anak anda mengalami infeksi. Penyebabnya karena lubang kecil yang muncul di gendang telinga akan tetapi anda tidak perlu khawatir segera bawa ke dokter untuk memberikan penanganan.
Anda dapat segera membawa ke dokter apabila anak anda muncul bau yang tidak sedap pada telinga bayi kemudian sulit tidur dan seringkali merasakan gelisah dikarenakan telinga yang menyakitkan. Perlu anda ketahui bahwa infeksi telinga pada gangguan kesehatan anak seringkali menyerang pada usia bayi. Sehingga sangat penting memperhatikan kesehatan dan perawatan telinga bayi sejak usia dini untuk menghindari infeksi yang terjadi pada telinga bayi.